sobat! kata kata ini begitu populer...dimata santri ataupun santriwati. Tapi apakah selama ini kita amalkan nasehat tersebut?....so..here we go!..mulailah dari hal kecil ,mulai dari diri sendiri, kelurga dan kemudian masyarakat. Tanggung jawab kita yang paling mudah adalah tanggung jawab pada diri sendiri dan kepada orangtua dan yang paling berat amanahnya ketika kita bertanggung jawab kepada Allah SWT.
Sob! kita itu dilahirkan sebagai pemimpin! the leader agent of change! jadi tanggung jawab adalah kamu banget!...
Senin, 27 April 2015
Mahasiswa hanya buruh belaka....
Dulu saat masih kecil, aku tidak tahu apa itu mahasiswa.Bukan karena buruknya informasi, tapi karena zaman itu masih sedikit orang yang melanjutkan kuliah di kampung ku. Semua pemudanya berusaha keras mencukupi kebiutuhan keluarga tanpa harus kuliah yang biayanya menjadi beban keluarga. Tapi diluar kampung kami mungkin di daerah kota banyak sekali pemuda yang kuliah meneruskan pendidikan . dengan teknologi yang minim kala itu mahasiswa tempo dululah yang paling aktif berinovasi. dengan ketrbatasan mereka mendobrak untuk maju kirits membela hak rakyat.
Jarang sekali mahasiswa tempo dulu yang manja, masa transisi penjajahan dan pemberontakan negeri membuat mahasiswa tempo dulu bak singa yang lapar, haus akan keadilan kesejahteraan dan keamanan.Dirintis dari komunitas pra kemerdekaan sejak sumpah pemuda hingga melewati gejolak politik masa orda,orba dan yang terakhir reformasi. Mahasiswa kian membludak mencari jati diri untuk memajukan negeri. Bagiku mahsiswa bukan hanya pemuda yang kuliah di universitas, bagiku mahasiswa adalah pemuda yang berusaha mengenyam pendidikan setinggi tingginya dan mengamalkan ilmunya untuk masyarakat, entah itu sekolah abri, kedokteran, teknologi selama niat mereka untuk kesejahteraan bangsa itulah mahsiswa.
Merasa kurang efektif ,muncullah ormas ormas pemuda, komunitas komunitas yang mendidik memperluas jaringan dan pengetahuan. Mahasiswa kalau itu menjadi pusat intelektualitas dan pergerakan bangsa. Sebagai control sosial jalannya pemerintahan dan sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan di indonesia, aku rasa...mahasiswa tempo dulu menjadi kebanggan tersendiri bagi bangsa ini.
-----seiring kemajuan teknologi...era globalisasi....serba instan dan otomatis...terkadang malah membuat semuanya hancur.....kenikmatan hidup memang membuat orang terlena...
----gaya hidup bebas..fashion icon muda mudi yang gak karuan...merobek habis cultural luhur budaya bangsa.....entah siapa yang mereka tiru...nyatanya pendahalu mereka begitu hormat dan ta'dzim pada norma norma budaya.
----komunitas tak mendidik begitu menjamur saat ini...hanya demi kesenangan..ya pemuda sekarang haya bersenang senang.....menikmati jerih payah pendahulunya....
Rasa persatuan hanya omong kosong belaka, pemikiran pemikiran mahasiswa jauh keluar dari tujuan pancasila. terlalu menuntut bersaing dengan dunia luar....padahal bumi kita kaya..kenapa mesti takut....orientasi hidup mahsiswa hanya sebatass mencari uang uang uang dan karir. Ormas orams pemuda digunakan sebagi benteng pertahanan dimana mereka nyaman tinggal di markaznya.
-------------------------------------------- Masihkah mahasiswa patut diandalkan? atau hanya segelintir saja...?..kalau mahasiswa saat ini hanyalah buruh belaka....lalu untuk siapa mereka bekerja?....esensi seorang buruh ialah mau bekerja asal ada upah...mau bergerak asal ada jatah....mau peduli asal ada gaji...tak mau mandiri akhirnya jadi manusia bermental kuli.....
kapan mahasiswa berubah menjadi tim penyelamat....mau berkorban meski nyawa taruhannya...tak peduli satu dua nyawa ..begitu berarti bagi maknanya....tim penyelamat selalu hadir saat dibutuhkan....memang tim penyelamat tak perlu diingat.....namun tanggap bertanggungjawab membuat aman semua yang ada didekatnya....
.......continuous
Kamis, 23 April 2015
cintasebening mutiara III
final chapter 3
Kampus pada hakikatnya adalah tempat untuk belajar, dan proses belajar sudah pasti tidak ada yang menyenangkan sebab blajar menuntut perbuahan. Jika seorang manusia belajr namun tidak ada perubahan dari dalam dirinya maka bisa dibilang orang gagal dalam belajar. Perubahan itu kini tampak pada diri maz dan husnia, hubungan yang dulu merekah kini seakan hilang tak tersisa. Jauh setelah keadian saat di air terjun itu membuat mereka memiliki jalan hidup masing masing.
Dari beribu ribu muda mudi dikampus pasti rasa suka selalu datang menghampiri, terlebih menyebar info bahwa nama nama lelaki yang menyukai husnia makin menambah. Maz semakin bingung apa yang harus dilakukannya. Ia takut mengungkapkan perasaannya, ia takut cintanya bertepuk sebelah tangan. Ia juga terngiang pesaan dari bapak saat di kampung dulu.
" leee jangan nyari perempuan dulu..nanti kalau sudah sukses S2 gapapa nyar cewek"
pesan sederhana itu begitu berarti bagi lelaki seperti maz. Ia telah menemukan cintanya di depan mata namun tak punya restu untuk menggapainya. Kecemburuan melihat husnia dekat dengan pria lain semakin membuat maz tak mengerrti dan menjauh, bahkan ia mulai tidak percaya dengan dirinya sndiri.
" eh maz..kaifa? husnia?' sesakali wildan menggoda
"hmmmm...."
"halah...penakut loe....sana ajak makan ge..joging kek?" bujuk wildan
" ga...aku aja jarang contek sma dia.."
" yaaaaah........usaha brow.gmana caranya cewek itu nyaman dengan kita"
Kata kata terakhir wildan itu menyadarkan..maz. apakah selama ini husnia merasa nyaman denga maz? ataukah maz yang memaksakan perasaannya? maz semakin tak mengerti tentang cinta.hari harinya dilalui dengan diam, dia mengaguni husnia dalam diam. saat bertemu, saat kuliah, maz hanya tersenyum melihat husnia. Maz selalu menjaga etika nya dalam bergaul dengan lawan jenis, ia jarang bercanda dengan muskimah lain, sedangkan husnia enjoy bisa bergaul dengan lawan jenis sesukanya. hal sepel itu semakin membuat bimbang maz.
dalam hati maz,ia berusaha agar tidak terlalu larut memikirkan husnia, entah cara ini benar atau tidak, maz iseng iseng berkenalan dengan muslimah lain. Dan maz begitu selektif ketika berkenalan dengan musimah. hasilnya pikiran maz mengenai husnia mulai tergusur. salah satu muslimah yang membuta maz kembang kempis ialah anak sastra inggris, sonia namanya. Dia tak kalah lembut dengan husnia, ia juga menjaga etikanya saat bergaul dengan lawan jenis. Namun tak semua bisa sesuai yang diharapkan, sonia terlalu tertutup untuk berkomunikasi..memang itu baik, tapi menyakitkan bagi maz hehehe
02:00 PM
"aslm, nia..lagi bgadang ta?" delivered by maz
......1 menit kemudian
" waslm ^-^ iya maz lagi nugas" delivered by sonia
" owh hehe can i give you my hand? maybe" delivered by maz
.......3 menit kemudian
' haha no thanks ^-^" delivered by sonia
" okey semangat! " delivered by maz
----------centang V
yah seperti itulah sering perrcakapan maz berakhir dengan deadlock, namun itu cukup menggambarkan bahwa sonia salah satu kriteria muslimah idaman maz. sayangnya, sma seperti husnia maz tatp saja jarang contek dengan sonia. Maz menutup kisah ini dalam hatinya dalam dalam, dalam benaknya ia tak ingin mempermainkan cewek.
@@@@@
PElajarn ta'lim yang didapatkan maz tiap harinya dalam pondok membuat pemahaman agamanya semakin bertambah, terutama etika bergaul dengan lawan jenis. Dan satu hukum yang maz pegang teguh! yaitu tidak ada konsep pacaran islami dalam islam! islam tidak mengenal pacaran. Keteguhan hati itu tertatap oleh ketakutan maz yang lain, bagaimana jika husnia tau sonia dipacari lelaki lain? itu pertanyan sederhana yang tidak bisa dterima oleh maz. maz membiarkan dirinya hanyut termenung dalam malam gelap saat bintang tak lagi bersinar. ia benar benar takut akan takdir tuhan .
Maz benar memikirkan hal ini matang matang, sulit bagi dirinya untuk menyimpulkan apa yang sedang ia inginkan. hari harinya selalu berdo'a agar selalu di permudah, dipermudah dan dipermudah oleh Allah Swt. karena Allah lah sang pemilik hati
Saat senja mulai bersinar, maz berjalan menyisiri trotoar jalanan kampus, dan saat itulah dua kejaidan terjadi secara bersmaan sekaligus. Saat dikerumunan orang orang ia berpapasan dengan sonia, maz begitu kagum bahakan tak memandang ke depan! pandangannya terpaku pada sosok sonia...ia tersenyum dan sonia pun tersenyum ^-^ flash back itu moment berharga bagi maz. selang beberapa menit maz duduk di samping rumah makan dan astaga! husnia juga berada tepat disamping maz! maz tak bisa membohongi hati...ia tertegun memandangi husnia...maz terasa damai memandangi wajah msulimah itu. Senyuamn maz dan husnia bertemu pada waktu yang tak terduga. Dua bidadari bumi itu membuta maz berfikir maju kedepan dan tegas berfikir
" aku tidak tahu siapa jodohku, aku bertekad akan sukses dan lulus dengan cumlaude! aku juga tak akan pernah mempermainkan wanita...dan siapapun itu aku tidak akan pernah mengajak berbicara calon istriku!..karena itu kejutan untuknya....cinta dalam diam ini akan kusimpan hingga saatnya tiba....diam sebening mutiara....begitu berharga untuk dijaga dan mempesona dalam ruang cinta"
end.
Rabu, 22 April 2015
Aksikan pengabdianmu di pentas Dunia!
yaa ya ! ini dia guys!......kata yang sering kita dengar namun jarang kita renungkan!....pemuda hari ini adalah tokoh masa depan..Ingat..pemuda adalah pewaris dunia!...dan dunia tidak akan mau memiliki pewaris yang bodoh dan lemah!..jadi ayao kita kuatkan diri pantaskan diri menjadi insan tangguh yang sanggup menjadi pewaris dunia!.....Dunia ini tidak butuh pemuda pemuda sampah man!..pemuda pemudia yang hanya bisa santai pacaran, bergaya menghabiskan masa muda tanpa berkarya!...it's bullshit!
Jadi, kita mulai dari diri sendiri...dan kemudian kita kembangkan kemampuan kita menjadi pemuda berintgrasi militansi tanpa batas!menjadi pemuda yang berqualitas! ^_^.......ayo kita torehkan cita diatas cakrawala bangsa!..kalau skema hidup kita hanya hidup----sekolah----lulus----kerja----menikah, buat apa kita hidup kalau hanya gitu gitu doank!......tunjukkan existensimu dengan prestasimu!..setiap manusia punya kemampuan masing masing...namun tidak ada di dunia ini yang terlahir dalam keadaan pintar..! maka dari itu sob!...belajar belajar dan belajar!.....tunjukkan aksi pengabdianmu di pentas dunia!
Senin, 20 April 2015
cinta sebening mutiara II
Cinta sebening mutiara II
“ apaaanya!..aku rajin pek...haha!”
“ ehm..ciyeee rajin ni ye..gara gara deket sma husnia!??” sindir Wildan .
“ apa maz? Masalah husnia ta??
“ huu wes wes..bhas yg laen lah....gmana outbond besok?”
“ owhh...wooles aja broww” santai wildan
“ loh Maz kenapa kog di lepas jaketnya??” tanya dewi teman sekelompok maz
“gpp kog, biar sama” mersakan hujan”
“ maksute??’ dewi bingung mencerna alsan maz membuka jaket.
Camping sangat mengasikkan bagi pemuda seusia perkuliahan mereka, canda tawa mengenal orang yang baru dikelan, lebih lebih bagi org yang di cinta. Puncak acara pun tiba, kali ini camping itu diselssaikan dengan halang rintang menuju puncak air terjun. Undian keberangkan pun berlaku,
“ Maz brangkat dulu ya! Hahaha’’ sorak wildan yang memanasi maz
“ BUhh awas yooo! “ Maz tak terima akan keberuntungan wildan,
Namun di baik itu semua ada yg lebih difikrkan oleh maz, yaiut kapan Husnia akan berangkat. Undian ternyata tak searah dengan pikiran Maz. Husnia berangkat terlebih dahulu , maz hanya bisa melihat kebrangkat tim Husnia dalam diam dan senyuman. Parahnya Tim Maz dapat pemberangkatan terakhir!.
Kembali malam mengahantui, menerka nerka kehidupan apakah di hari esok?. Gerimis malam itu berbisik menemani Maz yang lagi lagi susah pejamkan mata. , memikirkan kuliah yang tiap hari menjejalkan ilmu tak pasti. Maz ingin tenang, tenang memikirkan hal yang damai. Diam diam dia membuka sms balsan dari Husnia, entah kenapa berat rasanya untuk menghapus isi percakapan itu, setiap ketikan kata kata husnia begitu berarti bagi Maz....akhirnya dengan itu...Maz pun terlelap menunggu esok pagi datang.
Pagi hari rutinitas aktif seperti biasa, para mahasantri bebarengan pergi kemasjid untuk beribadah . Maz yang bermalas malsan menjadi masbuk di shaf paling belakang, dan keluar masjid paling awal. Dingin suasana pagi hari menyegarkan jiwa, meghirup udara pagi ,para muda senam bersama di depan masjid. Dari kejauhan seorang pemuda tersenyum menyapa Maz..
“ eh tumben bangun pagi ente?” senyum meyeringai , wilddan teman sekelas Maz
“ apaaanya!..aku rajin pek...haha!”
“ ehm..ciyeee rajin ni ye..gara gara deket sma husnia!??” sindir Wildan .
Entah sraf maz yg putus atau kenapa, mendengar sindiran itu Maz seakan tak berdaya menolak, tak bisa mengelak, senyum pun tak bisa di tahan..salting!
Memang , selama ini maz hanya curhat kepada teman yg di percayainya yaitu Wildan, baru 2 minggu kenal mereka sudah akrab. Mereka memang senasib memiliki masalah klasik tetang wanita haha!...wildan memiliki realtion yg baik ketika bergaul,flexibel dan enjoy. Berbeda dengan Maz yang diem kalem..susah bagnget bergaul dengan teman sebayanya.
aaaaa
“ eh Dan kaifa...?”
“ apa maz? Masalah husnia ta??
“ huu wes wes..bhas yg laen lah....gmana outbond besok?”
“ owhh...wooles aja broww” santai wildan
Mereka berdua memang slalu bersama, namun sayang kali ini ada agenda outbound universtas. Tepatnya pertarungan camping antar semua fakultas!...mereka terpisah dari kelompok. Namun kebersamaan mereka tetap terjaga, saling bercanda apalagi wildan yg selalu mengimingi Maz dengan kata” Husnia”....husnia dan husnia..hingga menyebarlah gosip tetang maz dan Husnia. Disisi lain Husnia tidak tahu menahu tentang gosip itu, dia tetap diam wanita yang misterius namun lunak dihadapan Maz ...mungkin ada sesuatu diantar mereka.
Hari lomba outbond pun tiba, lokasinya terletak di kawasan pegunungan yang pusatnya berada seberang air terjun. Perjalanan survivel itu memang menguras tenaga, Maz dan husnia jarang bertemu dalam camping itu. Pada suatu saat kumpul briefeing sore hari, semua peserta lomab berkumpul, Maz mncari cari sesorang dengan pandangan dingin. Tiba tiba hujan turun lebat, semuanya ribut mencari tempat berteduh. Tanpa di duga Maz melepas jaketnya dan ikut bsah terkena air hujan
“ loh Maz kenapa kog di lepas jaketnya??” tanya dewi teman sekelompok maz
“gpp kog, biar sama” mersakan hujan”
“ maksute??’ dewi bingung mencerna alsan maz membuka jaket.
Maz hanya diam dan tersenyum. Dalam pandangannya terlihat seorang muslimah kehujanan tanpa memakai jaket...ingin sekali Maz berbagi jaket untuknya..namun itulah maz.yang hanya bisa diam diri...dalam hati Maz berkata “ maaf husnia, aku gugup buat ngasih kamu jaket, biarlah aku juga mersa kan kehujanan...”
Camping sangat mengasikkan bagi pemuda seusia perkuliahan mereka, canda tawa mengenal orang yang baru dikelan, lebih lebih bagi org yang di cinta. Puncak acara pun tiba, kali ini camping itu diselssaikan dengan halang rintang menuju puncak air terjun. Undian keberangkan pun berlaku,
“ Maz brangkat dulu ya! Hahaha’’ sorak wildan yang memanasi maz
“ BUhh awas yooo! “ Maz tak terima akan keberuntungan wildan,
Namun di baik itu semua ada yg lebih difikrkan oleh maz, yaiut kapan Husnia akan berangkat. Undian ternyata tak searah dengan pikiran Maz. Husnia berangkat terlebih dahulu , maz hanya bisa melihat kebrangkat tim Husnia dalam diam dan senyuman. Parahnya Tim Maz dapat pemberangkatan terakhir!.
Halang rintang dilalui maz dengan semangat, dari terjun ke sungai hingga memanjat tebing. Hingga sore hari barulah maz tiba di puncak air terjun. Semua tim bersantai santai disana. Gemuruh dingin seakan menjadi firasat buruk bagi Maz, namun ia mengabaikannnya. Ia berjalan senidiri di tengah keramaian kelompok lain, hingga ia terpisah dengan kelompoknya. Ia mengamati semua orang merayakan keselamatan tim mereke denga fhoto’ bersama, selfie’ narsis teren anak kini. Maz benar benar sendirian, Wildan pun tak terlihat. Akhirnya maz ikut nimbrung tim tim lain berbagi fhoto.Sembari menikmati aura air terjun, maz memandangi bebatuan indah arstistik pegunungan.
Arah matanyaterhenti pada dua sosok pria dan wanita, jantungnya berhent sejenak memperjelas tiap detik
apa yang dia
lihat. ya! itu dia husnia berdiri diamping pria gagah sembaru berfhoto bersama. Sekejap akal sehat maz
pun hilang, dengan tatapan kosong ia menceburkan diri dalam air terjun. Dinginnya air alam membuatnya
sadar. Dia tak peduli dinginnya air bisa membuatnya sakit, ia lebih suka dalam air agar hatinya membeku
daripada harus menahan hati yang panas saat itu.
Semakin sore kala itu membuat air terjun semakin membeku, Maz tetap keras kepala....ea terus
bermain
berusaha mengendalikan diri. tiba tiba seseorang menepuk bahu wildan dengan keras" plak..!"
" udah maz biasa aja....cewek memang kyk gtu..woooles bro!" wildan tau apa yg dialami sahabatnya
" iya dan... tapi...! ga nyangka aku...."
" udah wes......santai......"
Malam itu adalah akhir acara termsuk juga akhir cerita inah mereka. Malam dengan awan
hitam begitu serasi menyakiti hati maz. Dinginnya dewi malam membuat maz jatuh dalam
lamunan
" kenapa aku merasa berat, sedangkan aku tak pernah bilang kalau aku suka sama dia,
kenapa aku begitu bodoh, padah dia bukan siap siapaku, tapi kenapa kejadian itu membuatku menggila?"
Malam begitu sepi mengiringi mimpi maz yang juag sepi.
xxxxxxx
Cinta memang misteri, tak banyak orang berani mengatakan cinta. Bukankarena takut bertepuk
sebelah tangan ,teapi demi menjaga kesucian cinta agar tetap terjaga hingga waktunya. Sejak saat itu
hubungan maz dan husnia tak seakrab dahulu, terjadi discomunication diantar mereka. Husnia yg
dulu fair kepada maz, kini ia kembali memaki watak aslinya yang pendiam. Belakangan maz juga tahu .
bahwa ada beberapa pria yang mendekati husnia termasuk pria yang waktu itu. Berita bdoh itu
membuat maz semakin tak percaya diri, namun ia tak egois, ia tetap berusaha tersenyum seperti biasa saat bertemu husnia meskipun dia tak acuh padanya.
Berberapa bulan tlah berlau, pemuda pemudi terindikasi memilih psangan masing masing.
Wildan pun yang dulu jomblo kini telah memilik pasangan yang tak terduga cantiknya!. ...namun
kita harus khawatir..meliha kondisi maz yang masih saja sulit berkomunikasi dengan wanita..-_-
to be continuous ......
Jumat, 17 April 2015
try make our dream to be real!
this is wiseword, teach us how to get succes in every life. only need more spirit, intend, and comitment ....so here we go! to reach a succes! try make our dream real!
Desainer paling Handal
" Setiap Desain pasti ada desainernya" seperti halnya wujud manusia .Kejadian manusia bukan serta merta terjadi dengan sendirinya, melainkan ada suatu proses yang ajaib, proses yang penuh kehati hatian dan kecemerlangan. sehingga dapat disimpulkan bahwa proses penciptaan manusia ada yang mengaturnya, ada yang menjaganya dan ada yang mengarahkannya yaitu Allah SWT. Seperti firman Allah.
" Apakah manusia mengira, bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja tanpa ada dimintai pertanggungjawaban.Bukankah dia dulu merupakan setetes mani yang ditumpahkan kedalam rahim. Kemudian mani itu manjadi segumpal darah, lalu Allah menyempurnakannya. Lalu Allah menciptakan daripadanya sepasang lelaki dan perempuan. Bukankah allah yang berbuat demikian, berkuasa pula menghidupkan orang mati."
(Al Qiyamah 36-40)
Langganan:
Postingan (Atom)





