bulan ini JUNI JULI 2015 adalah bulan suci ramadhan. banyak orang membersihkan hari menata niat untuk mendekatkan diri kepada Illahi. namun kita harus teliti, jangan jangan kita beribadah lebih dari biasanya, karena "gengsi " bulan ramdhan, ya maybe its okey lah....tp tetap harus di usahakan niat lillah. apapun amala ibadah tergantung niatnya.......jangan hanya menampilkan diri di depan orang banyak...tapi marilah menengok apakah yang kita lakukan sudah benar?...ya semoga kita selalu di jalan yang di ridhoi allah
Kamis, 02 Juli 2015
Rabu, 03 Juni 2015
malaikat ciptaan orangtua
mendidik bukanlah sekedar membuat anak menjadi apa yang kita inginkan, mendidik adalah proses agar anak menjadi apa yg dia inginkan sendiri. pendidikan yang pertama dialami oleh seorang anak adalah di lingkungan keluarga. yang mungkin terdiri dari ayah dan ibu. Aku terkadang merasa bingung dan aneh..kenapa para orangtua saat ini memiliki gaya dan peraturan keluarga yang berbeda beda..ok fine mungkin itu wajar..tapi apakah gaya mendidik dan peraturan keluarga itu sudah benar?....gaya mendidik dan peraturan keluarga bisa saja dilakukan secara turun menurun. dan sesuatu yang turun menurun itu patut diuji apa benar efektif atau tidak.
Dilihat dari kebudayaan bangsa yang beraneka ragam, gaya orang tua dalam mendidik anak bisa dipengaruhi oleh adat , selain itu mengingat hari ini adalah hari yang global maka tidak dipungkiri lagi orangtua anak juga terpengaruh oleh globalisai yang cenderung menuntut manusia untuk selalu bersaing. Disinalah terkadang orangtua lupa akan kapasitas anaknya, sedini mungkin anak selalu dicekoki dengan ilmu pengetahuan, ya secara kasat mata itu sangat luar biasa..tapi perlu di ingat pertumbuhan dan perkembangan anak itu adalah jangka panjang dan membutuh kan proses serta kesabaran.
anak usia prasekolah itu memiliki pekerjaan yang sangat serius yaitu " bermain"..ya bermain adalah pekerjaan yang cukup diseriusi oleh anak seusia itu. Orang tua jangan terlalu berharap anak menjadi genius dan briliant sejak kecil..karena tidak ada jaminan ketika anak sudah dewasa nanti akan tetap genius? atau tidak ada jaminan kejeniusan anak saat kecil akan medatangkan manfaat di masa depannnya ketika dewasa nanti?....yang perlu ditekankan ketika usia dini adalah kecerdasan moral, etika dan akhlak. itu yang penting!...karena anak masih mudah untuk dicontrol,kelekatan dengan orangtua masih sangat kuat. mungkin ketika orangtua menasehati anak kecil seolah olah anak tersebut tidak mendengarkan..ya itu wajar..tapi secara tidak sadar..kata kata itu lebih melekat di ottak anak hingga bisa membentuk kepribadian yang baik .
untuk itu, orangtua harus tau bagaimana cara mendidik anak dengan benar, bukan diihat dari status orangtua, tidak mesti seorang guru bisa mendidik anaknya dengan baik dan bisa jadi tukang becak lebih pandai mendidik anaknya dengan baik hingga sukses. semua tergantung anak bagaimana cara memperlakukannya . hilangkan kata kata negatif ketika berbicara dengan anak, usahakan dengan sabar tanpa amarah yang tinggi. perlakukan anak sebagai raja ketika masih berumur pra sekolah, karena dengan begitu kesaan yg selalu diingat anak bahwa orangtua selalu memperlakukannya dengan baik dan anak akan terangsang untuk melkukan hal serupa kepada orang tua.
Ada keluarga yg otoriter dalam peraturan keluarga, ada yang demokratis terpimpin dalam kelurganya dan ada juga yang bebas tanpa aturan.variasi cara mendidik ini menimbulkan kepribadian anak yang berbeda beda. anak yang sering diperlakukan kasar oleh orang tua pasti akan memperlakukan temannya dengan cara yang sama. kebanyakan orang tua menganggap anak perlu dikerasi agar anak menjadi penurut dan tidak nakal..ya mungkin sesaat anak itu menjadi penurut atau malah sebaliknya.tapi bayangkan 20 tahun kedepan saat anak itu dewasa....?.
sejujurnya, mendidik anak adalah pekerjaan berat yang melebihi para profesor, untuk itu menjadi orangtua harus dibekali ilmu, minimal jika tidak tahu apa apa tentang pendidikan orang tua harus meberi contoh yang baik dalam keseharian. dan jangan lupa kontroling terhadapa anak juga penting, pergaulan diluar lingkungan keluarga bisa jadi bumerang bagi kepribadian anak tersebut. ada banyak kekurangan dalam tulisan ini, namun aku hanya berharap kepada orang tua dan calon orangtua..hargailah anakmu dan sayangilah anakmu sebagai mutiara titipan tuhan, jangan memaksakan apalagi tidak memperdulikan . didiklah anak menjadi orang yang bermanfaat dan bebas .Dia adalah penerusmu yang akan menjadi malaikat penolong mu di akhirat nanti. ^-^
Kamis, 14 Mei 2015
laba yang merugikan
Pernahkah kita merasa tidak adil oleh harga yg tidak menentu? barang yang dijual sama tapi harga di tempat yang satu sama lainnya berbeda?. yah..apalagi ketika menyangkut kebutuhan primer, misalkan kebutuhan sandang pangan. Saat ini Untuk memprediksi harga barang pokok tidak bisa hanya dilihat dari branding merek tapi juga da faktor lainnya. Bisanya harga barang di super market lebih mahal dibanding harga di pasar, secara akal sehat mungkin itu wajar sebab super market masih dikenai pajak yang tinggi serta pelayanan dan qulaitas rata rata memuaskan.
Berbeda halnya jika dipasar, harga lebih murah ketimbang harga di swalayan, selain itu harga barang masih bisa ditawar sesuai kesepakatan penjual pembeli...nah yang kadang memuat kita naik darah, dimana penjual menetapkan harga yang berbeda kepada tiap pembeli!..contoh: si penjual cenderung memberi harga mahal kepada si pembeli yang berpenampilan menarik, muda apalagi terkesan tidak pandai menawar. Sedangkan penjual tidak berani menjual mahal kepada pembeli yang tahu harga dan mungkin juga kepada yang berpenampilan kurang menarik. Misalkan lagi ketika kita akan membeli makanan kepada salah satu warung, dimana warung makan tersebut mempunyai 2 pegawai dan ketika kita membeli kepada pegawai yang berbeda, makanan yang sama mendapat harga yang berbeda dari penjual yg berbeda! padahal satu warung!..pernah kah anda mengalami itu?
Kenapa seolah olah masalah ekonomi membuat orang berambisi namun tanpa memperhatikan keadaan orang lain. penentuan harga baranag yang dinamis cenderung mengarah pada sistem kapitalis. penjual seenaknya saja menentukan harga sesuai kehendak tanpa ada standar yang diatur. Menurut pandangan hukum syari'ah sebenarnya tidakadda masalah toh sebelum transaksi disitu ada kesepakatan antara penjual dan pembeli. Namun secara batin apakah demikian? terlebih kepada orang kurang beruntung? namun apa daya seddangkan yang berhak menentukan harga adalah si penjual.
Perdagangan merupakan bisnis yang tergolong cepat untuk membuat seseorang menjadi miliader, hanya memandang untung rugi, trus dimana sisi kemanusiaan manusia sebagai makhluks sosial? apalagi dizaman global ini semua ingin bersaing tanpa kompromi. Perdagangan yang diharapkan saling membantu dalam penyediaan kebutuhan hidup lambat laun berubah menjadi fenomena yang merugikan bagi masyrakat tertentu.
Aku sangat berterimakasih dan semoga mendapat balasan dari Allah swt kepada penjual yang sportif apalagi sengaja memurahkan dagangannya untuk saling membantu antara orang yang butuh membutuhkan. Sebenarnya watak dan karakter masyrakat suatu bangsa bisa dilihat dengan cara pedagang memberlakukan harga barangnya. Kemakmuran ekonomi suatu bangsa bisa diukur dengan cara penentuan harga barang dagangan oleh penjual. Mungkin harga barang pokok sudah diatur oleh pemerintah, tapi itu hanya formalitas saja. " seandainya para enterprenuer atau para pem bsinis di negeri ini tidak hanya mengedepakan untug rugi, namun juga diimbangi dengan rasa saling memudahkan dan shodaqoh kepada yang kurang mampu, aku yakin tidak ada lagi namanya PSK, tidak ada lagi orang gelandangan, tidak ada lagi anak yang putus sekolah, tidak ada lagi orang yang menderita karena kemiskinan. yah ...nampaknya kita harus selalu mengkaji agama kita , sebab jika kita paham pastilah kita mengamalkan suatu pedoman " jika kita memudahkan orang lain, pasti kita juga akan dipermudah." ^_^ Allah SWT tidak akan menyia nyiakan apa perbuatan kita, insyaa allah
Senin, 11 Mei 2015
orang males belajar , matinya ga selamet!
hello! guys? sudah psti tahu kan? kalaou orang itu lahir dalam keadaan bayi..yang sejatinya tidak tahu apa apa?....bayi berproses hingga menjadi orang seperti kita kita ini tidak lain melalui proses belajar! ya ya iyalah sob! jadi ...siapapun itu jika tidak pernah tahu elu kesahnya belajar pasti tidak akan pinter! pasti tidak akan ada perubahan dalam hidupnya! karena tujuan utama dari belajar ialah adanya perubahan setelah kita mendapat ilmu guys!......dan kalau sampe ada orang nih..trus ga mau atau ogah ogahan mencari ilmu ..ya ampuuun,,kiamat deh! ...lebih baik orang itu dishalatin aja bira ga nyusahin orang lain! hehee ya emang gitu kejam banget......makanya ayo belajar, belajar tidak harus sekolah formal...belajar dari kehipan juga bisa kog ^-^.....long life education! be spirit menuju indonesia tanpa pembodohan! ...
Bumi, dunia ilusi stage 1
Tahukah anda? dimana kita tinggal?...ya kitaitu tinggal dia atas tanah dibawah langit. Bumi tempat manusai berpijak. Bumi adalah kampung halaman manusia. Dalam sejarahnya bumi dalam setiap zamannya selalu menghasilkan peradaban yang menakjubkan! lihat saja peradaban di sungai nil, patung spink, piramida, selain itu juga terdapat reruntuhan kuil kuil yunani, kebudayaan bangsa maya hingga legenda kerajaan atlantis. Sementara di asia, kita mengenal candi borobudur , kisah sejarah kerajaan kerajann yang mampu menyatuhakn nusantara .itu merupakan gambaran bangsa terdahulu yang lebih dahulu tinggal dibumi. sekarang dimanakah mereka????
Secara logis, jika bangsa terdahulu mati seharusnya ada kronologis peralihan teknologi yang diwariskan. tapi pada nyatanya tidak ada. Berdassarkan sejarah bahwa bangsa terdaahulu musnah dalam waktu yang sekejap misalkan dengan bencana alam yang menghabiskan populasi kaum kaum tersebut. Sehingga hanya sisa sisa peninggalannya yang masih ada. pernahkah kita bertanya, setelah mereka mati kemanakah kehiudpan mereka?
sekarang saya pribadi dan manuswia yang masih hidup tinggal dizaman yang serba teknologi, kebudayaan yang melekat sebagai norma norma sosial kian tegeser dengan perkembangan zaman. Bahkan ada istilah " globalisasi" menjadi warga dunia. menurutku itulah awal kemajuan bangsa pada abad ini. tapi ingatkah pembicaran kita di awal? bahwa bangsa terdahulu juga musnah ketika pada masa kejayaannya?.
okelah, hal tersebut berkaitan dengan teologis dan kepercayaan anda masing masing, namun bicara soal "mati" itu adalah hal yang pasti. tidak tahu kapan ajal akan menjemput raga ini. manusia itu hidup untuk mati dan mati khusnul khotimah adalah sarana menuju sang pencipta yang suci. Jiak keatian itu pasti adanya, tapi kenapa kebanyakan orang saat ini seakan akan tidak mempedulikannya?..semuanya sibuk dengan gemerlap dunia, style, fashion, status sosial....bukankah tidak ada yang patut kita pertahankan mati matian di dunia?
terkadang ketika kuliah, aku bosan melihat penampilan muda mudi yang modis, sylis dan cenderung mengikuti trend. setauku pelajaran dress up(seni berpenampilan) untuk membuat seseorang lebih benilai harganya ialah menempatkan pakaian sesuai kondisi situasi tanpa harus mewah dan mahal. ditambah lagi dengan accesoris yang tidak jelas apa gunanya. intinya semua itu ialah untuk memikat seseorang hanya dengan pandangan pertama. padahal dala suatu pengajian, pandangan pertama itu adalah kebohongan , pandangan pertama itu mudah sekali peniupan. dan ada juga pepatah don't judge the book by his cover.
tapi bagaimana dengan don't judge the book by his cover but a good book still need good cover? ya itu benar tapi cover yang paling baik adalah ketaqwaan ..bukan malah dengan mode pakaian terkini yang trendi. Banyak sekali artis artis yang dijadikan kiblat fashion saat ini, bahkan bukan hanya fashion tapi juga tingkah laku dan karakter . sikap mental yang cenderung taklid ikut ikutan ini mnyesatkan manusia saat ini. seseorang tidak punya prinsip jati diri, tidak puya integritas semua diukur hanya dengan penampilan fisik yang semu.
ilusi adalah prasangka yang tidak ada namun dianggap ada. aku takut manusia saat ini menganggap bumi itu abadai dan mati ialah kondisi manusia sudah tak berfungsi tanpa mengenal kehidupan setelah kematian. memang aku pribadi bukanlah orang yang tahu betul apa itu agama, tapi minimal kita tahu bahwa masih ada kehidupan stage ke 2 di akhirat nanti dan entah bagaiman rasanya kehidupan stage ke 2 itu. tapi dalam agamaku diajarkan agar kita mudah mendapat bekal ketika melanjutkan kehidupan stage ke 2 nanti yaitu dengan berpegang teguh pada al qur;an dan sunnah.
terkadang saat kita bangga dengan penampilan yang kita miliki, bangga dengan ketampanan , bangga dengan pekerjaan, bangga dengan pacar yang cantik, bangga dengan kekayaan kita, ..apakah kita masih ingat..itu hanya sementara dan pujian dari manusia hanya menambah ke GR an nafsu saja...?
bumi itu ibarat ilusi, kaum kaum hebat masa dahulu apakah benar adanya? dan kita yang hebat pada zaman ini? apakah benar adanya pada masa depan? hanya Allah swt yang tahu sebab Dia lah pemilik waktu yang tak terikat oleh ruang dan waktu ^-^ ...............wallahu'alam bissowab.
Langganan:
Postingan (Atom)



